Berkenalan Dengan Docker

Logo Docker

Akhir-akhir ini yang namanya Docker lagi naik daun, dan banyak sekali seminar ataupun lokakarya tentang Docker. Awalnya saya sendiri kurang minat dengan si Docker ini, entah kenapa hari ini ingin mencoba Docker. Berbekal beberapa tutorial dan laman dokumentasi resmi Docker akan saya coba tulis ulang disini dan tentunya sambil praktik, itung-itung kejar setoran artikel di web Boxer 😀

Docker Container

Apa sih Docker?
Diambil dari laman AWS Amazon, Docker adalah platform perangkat lunak yang memungkinkan Anda membuat, menguji, dan menyebarkan aplikasi dengan cepat. Docker mengemas perangkat lunak ke dalam unit standar yang disebut kontainer yang memiliki semua yang diperlukan perangkat lunak agar dapat berfungsi termasuk pustaka, alat sistem, kode, dan waktu proses.
Mudahnya dapat kita pahami, Docker adalah sebuah virtualisasi secara partial/container tapi sedikit berbeda dengan virtualisasi hypervision/full seperti VirtualBox atau VMWare yang sering kita jumpai dengan istilah VM(Virtual Machine). Perbedaannya terdapat pada penggunaan resource hardware, pada VM kita akan membuat hardware replikasinya seperti RAM, Disk, Network dan CPU. Sedangkan pada Docker kita langsung menggunakan hardware aslinya sehingga lebih optimal dan host tidak perlu bekerja terlalu berat.

Perbedaan Container dan Hypervison

Istilah-istilah dalam Docker
Sebelum memulai pemasangan dan praktik dengan Docker, baiknya kita perlu tahu beberapa istilah-istilah yang sering digunakan di Docker.

  1. Docker Container adalah virtual machine atau guest operating system.
  2. Docker Client adalah seperangkat perintah command line untuk mengoperasikan docker container, misalnya membuat container, start/stop container, menghapus (destroy), dan sebagainya. Docker client hanya bertugas mengirim perintah saja. Pekerjaan sesungguhnya dilakukan oleh docker daemon.
  3. Docker Daemon adalah aplikasi yang berjalan di host machine. Docker server berjalan di background (sebagai daemon) dan menunggu perintah dari docker client. Begitu mendapatkan perintah, docker server bekerja membuat container, menjalankan/mematikan container, dan sebagainya.
  4. Docker Engine adalah gabungan aplikasi yang menjalankan docker container, docker client, dan docker daemon. Dia menyediakan layanan umum agar container dapat berjalan dengan baik, misalnya: networking, storage, alokasi memori, CPU, dan sebagainya.
  5. Docker Image adalah template yang digunakan untuk membuat container. Contohnya, ada image Ubuntu, CentOS, dan sebagainya. Kita juga bisa membuat image baru dari image yang lama. Misalnya kita buat image Ubuntu yang sudah terinstal Java dan MySQL.
  6. Docker Machine adalah sistem untuk mengelola docker engine. Dia bisa menginstal engine baru di berbagai target. Saat ini dia mendukung VirtualBox, Digital Ocean, dan Amazon. Dengan Docker Machine, kita bisa membuat dan menjalankan container dengan docker client, dan hasilnya container kita berjalan di local (dengan VirtualBox) atau di cloud (dengan DigitalOcean atau Amazon). Istilah-istilah tersebut saya ambil dari blognya Pak Endy hehehe

Memasang Docker
Docker hanya berjalan pada Linux 64-bit saja, dalam pemasangan tutorial ini hanya menggunakan 2 distribusi saja, yaitu Ubuntu dan Manjaro.
Ubuntu:

  1. Pasang beberapa packages tambahan yang nanti diperlukan oleh Docker, dengan perintah
    sudo apt-get install \
    apt-transport-https \
    ca-certificates \
    curl \
    gnupg-agent \
    software-properties-common
  2. Tambah GPG Key resmi Docker
    curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add
  3. Tambah repository Docker
    sudo add-apt-repository \
    “deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu \
    $(lsb_release -cs) \
    stable”
  4. Lakukan update dengan perintah
    sudo apt-get update
  5. Pasang docker
    sudo apt-get install docker-ce
  6. Ini adalah cara lain untuk menginstall Docker dengan script shell
    curl -fsSL https://get.docker.com -o get-docker.sh
    sudo sh get-docker.sh

Manjaro:
Pemasangan Docker bisa secara GUI lewat pamac dan teman-temannya atau secara CLI, untuk GUI bisa langsung cari saja Docker. Sedangkan untuk CLI bisa menjalankan perintah
sudo pacman -S docker

Pemasanagn Docker via terminal/CLI

Sampai sini pemasangan Docker telah terpasang, untuk cek docker yang terpasang dengan perintah
sudo docker version

Versi Docker

Konfigurasi Docker
Secara default Docker membutuhkan hak akses root untuk menjalankannya, untuk menjalankan tanpa root jalankan perintah dibawah dan reboot
sudo usermod -aG docker $USER
Agar Docker bisa berjalan otomatis saat startup dan menghilangkan pesan error Cannot connect to the Docker daemon at unix:///var/run/docker.sock. Is the docker daemon running? dapat jalankan perintah
sudo systemctl start docker
sudo systemctl enable docker

Untuk memulai menggunakan Docker akan ada di Tulisan selanjutnya, terima kasih sudah membaca dan mencobanya. Jika ada error silahkan komentar saja disini atau tanya di grup Boxer di Facebook maupun Whatsapp 🙂

Sumber artikel dan gambar:
https://docs.docker.com
https://aws.amazon.com/docker/
https://software.endy.muhardin.com/linux/intro-docker/
https://manjaro.site/how-to-install-docker-on-manjaro-18-0/

Share This Post

5 thoughts on “Berkenalan Dengan Docker”

    1. Paling mendasar perbedaan virtual engine seperti Virtuabox terdapat pada penggunaan resource hardwarenya, jadi docker ini sedikit lebih ringan dari virtualbox. Kalau mau lebih dalam lagi bisa baca dokumentasinya docker 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *