Berkenalan dengan Virtual Environment

Kali ini saya akan menjelaskan tentang Virtual Environment, oke langsung saja. Jadi Virtual Environment ini berfungsi sebagai manajemen package yang akan kita gunakan dalam membuat sebuah project. Hal ini dikarenakan perbedaan package yang kita butuhkan dalam membuat suatu project. Jadi didalam sebuah project A misalnya kita membutuhkan flask versi 1.0.1 dan di project B kita membutuhkan flask versi 1.0.3 jika kita menginstall flask versi 1.0.3 untuk project B. Maka Project A tadi yang membutuhkan flask versi 1.0.1 akan rusak ( tidak compatible dengan flask 1.0.3) Maka dari itu disini saya akan membahas penggunakan atau manajemen package menggunakan pip – virtualenv.

Gambar diatas menjelaskan bahwa dalam setiap aplikasi yang kita buat itu membutuhkan modul atau package yang berbeda beda. Dan harus kita pisahkan dengan menggunakan virtual environment. Berikut gambaran virtualenvironment

Virtual Environment memisahkan penggunaan antara App1 dan App2. Oke langsung saja masuk ke tahap penginstallan virtualenv menggunakan pip.

1. Menginstall Virtual Environment

Jika anda belum mempunyai pip, maka install terlebih dahulu menggunakan apt-get install pip, Jika sudah maka lakukan proses installasi dengan mengetik pip install virtualenv

2. Installasi Virtual Environment pada Folder Project

Lalu masuk ke folder project anda. Semisal folder project saya disini cd /home/gunawan/ , jika sudah masuk lalu ketikkan virtualenv “nama env”, virtualenv ProjectA. Lalu kita sukses membuat lingkungan virtual bernama Project A.

3. Mengaktifkan Virtual Environment

Untuk mengaktifkan kita masuk kedalam folder ProjectA. cd /home/gunawan/ProjectA. Untuk mengaktifkan ketikkan source bin/activate. Jika sudah maka akan keluar seperti ini (ProjectA)/home/gunawan/bin :

4. Mulai menginstall paket!

Oke akhirnya kita sudah mengaktifkan virtual environment dan kita bisa menginstall paket paket yang kita inginkan tanpa takut tercampur maupun teroverwrite dengan paket lain.

Terimakasih, sekian tutorial singkat yang saya buat. Sampai jumpa di tutorial berikutnya!

Share This Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *