Bojonegoro IT Society (BITS)

Bojonegoro IT Society (BITS)

together we create

Ini adalah sebua kisah dimana terciptanya suatu permulaan yang besar tentang IT di Bojonegoro dimulai. Berangkat dari rasa kesamaan dalam tujuan dan bidang IT. Yaitu, membangun IT dan membantu masyarakat lewat IT di Bojonegoro dengan komunitas. Pembentukan BITS berlangsung pada tanggal 02 September 2020 di Selasar Cafe. Sebelum hari H pak Aris sudah membuat pemberitahuan bahwa akan ada kegiatan diskusi bersama. Langsung saja, ini cerita versi saya ya mungkin ada beberapa yang hilang atau kurang atau malah saya tambahi :D.

Kesasar

Entah kenapa, pasti setiap sesi pertemuan pasti ada kejadian yang namanya nyasar wkwkwwk seperti cerita di Gnome Asia Summit 2019, kali ini yang nyasar adalah saya sendiri karena salah baca peta dari google maps. Yang seharusnya lurus malah belok kanan di Gang Akasia dan mutar-mutar bersama mas Hamam padahal sudah di tunggu mabk Titis di sana. Proses nyasar ini usai ketika bertemu pak Carik yang juga baru berangkat, nah dia juga belum pernah ke Selasar dan akhirnya baca ulang peta dan sampailah di Selasar. Di parkiran sudah di tunggu mbak Titis yang sudah berangkat duluan tetapi di dalam Selasar sudah banyak yang datang.

Berbagi Kisah

Saya masuk ke Selasar bersama mas Hamam, mbak Titis, pak Carik dan Ali, dan terjadilah eker-ekeran wkwkwwk, siapa yang mau berjalan duluan tidak ada yang mau. Proses eker-ekeran selesai, masuk ke dalam dan mulai di perkenalkan siapa saja yang sudah hadir disitu. Tapi mohon maaf saya tidak hafal namanya siapa saja wkwkwk, karena badan kurang fit jadi tidak begitu hafal cuma tahu satu nama saja karena di bajunya ada tulisan namanya, yaitu mas Nanang dari Tim IT Polres Bojonegoro. Tetapi intinya sih, yang datang waktu itu selain dari Polres juga dari Synergic Digital Bojonegoro. Setelah perkenalan selesai, mas Nanang mulai berbagi kisah tentang project yang sudah pernah dibuat dan apa yang diinginkan dari hasil pertemuan ini. Untuk project yang pernah dibuat yang saya ingat itu ada Face Recognition, Robot Polantas dan itu yang saya ingat karena badan kurang fit fokus pun sedikit beralih. Sedangkan project yang sedang berproses adalah sistem aquaponik dan hidroponik berbasis IoT.

Setelah itu bincang-bincang tentang Big Data, penggunaan Open Source dan Server. Dalam bincang-bincang tersebut, ada mas-mas yang saya tidak hafal namanya datang dari Softnesia terus ada mas Joko dari Boxer juga dan diisi dengan perkenalan. Selanjutnya ada mas Ian dari Bojonegoro Dev, diskusi pun berlanjut. Mas Ian bilang, bahwa penggiat IT di Bojonegoro itu ada banyak hanya saja kurang bertemu, bertemunya pun pas ada acara nasional ataupun grup-grup di Telegram maupun Whatsapp. Disini saya jadi teringat waktu pertama mulai bergabung ke Boxer, bertemu dengan pak Carik dan mas Angga di acara LibreOffice Confrence Indonesia 2019 di Surabaya. Selain itu juga berdiskusi tentang laod balancing, Scaling dan teknolgi yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

Ternyata masih ada yang datang lagi, pak Teguh Pribadi (TP). Kalau saya lihat-lihat ini kok jadi ajang reuni AKN ya :D, ada dosen dan ada alumni mahasiswa dari angkatan 1 – 5 wkwkw, dan ternyata dunia IT di Bojonegoro ya itu-itu saja orangnya. Terus ada keluhan tentang komunitas atau grup di media sosial yang bersifat hidup enggan matipun tak mau. Anggota ada, nama ada, tujuan sama tetapi pada lebih memilih menjadi sider dan terkadang ada yang bertanya yang menjawab hanya itu-itu saja. Nah, dari adanya pertemuan lintas komunitas IT dan melebur menjadi satu untuk membangun IT bersama-sama di Bojonegoro melalui komunitas dan bermanfaat untuk masyarakat Bojonegoro. Tapi sampai disitu saja, dalam diskusi tersebut juga saling bertukar pengalaman dan sedikit tentang masalah-masalah yang dihadapi. Selanjutnya setor nomor-nomor yang hadir untuk dibuat grup, nah disini ada yang seru ketika menentukan nama yang dipakai. Banyak yang nyerah, apalagi saya yang ditugasi untuk membuat grup WhatsApp dengan polosnya saya memberi nama grup dengan nama “N/A IT Comm. Bojonegoro” dan banyak yang tertawa dengan penamaan ini. Sebenarnya pak Aris punya usulan nama yang cukup unik tapi tidak saya tampilkan disini, takut kena sensor Komnas :D. Dengan sedikit perubahan usulan nama tersebut berubah menjadi BITS (Bojonegoro IT Society), nah dengan begitu BITS lahir pada hari Rabu tanggal 02 September 2020. Dengan lahirnya BITS, antar komunitas atau penggiat IT dapat berkolaborasi dan menghasilkan sebuah produk IT yang bermanfaat untuk masyarakat Bojonegoro maupun Indonesia dan dapat membantu percepatan IT di Bojonegoro sehingga dapat membangun Bojonegoro dengan IT lewat komunitas. Dan untuk pertemuan selanjutnya BITS akan diadakan 2 minggu sekali.

diskusi bits 3

diskusi bits 5

Penutup

Malam mulai menyapa, dan sudah tak terasa sudah pukul 18.15. Acara pun selesai, meski sudah usai tapi masih ada perbincangan jadi malah tertunda pulangnya kurang lebih 15 menitan. Sebelum pulang saya dan teman-teman boxer diajak makan malam dulu sama pak Aris, kita sholat dulu di masjid As-Salam tetapi saya kehilangan jejak mas Ali. Saya kira dia nyasar seperti waktu itu, kita tungguin bentar ternyata dia bablas kelewat :D. Setelah sholat menuju Aneka Sambel, nah ternyata mas Gunawan masih tertinggal di Selasar katanya masih ngobrol dengan mas Joko, mas Ian dan pak TP. Yang masih tertinggal di Selasar diajak makan malam yang mau cuma mas Gunawan saja. Acara makan malam selesai, waktunya pulang.

makan bersama

Kalau ada beberapa yang terlewat, bisa menambahkan lewat kolom komentar. Nanti saya update tulisannya, terima kasih :D.

Sumber gambar:
Unsplash

Share This Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *