Lokakarya Gnome Asia Summit 2019

GNOME Asia Summit 2019

Sedikit cerita tentang Gnome Asia Summit 2019, acara tahunan tingkat asia dan kali ini acara tersebut diadakan di Indonesia, tepatnya ada di Gresik. Salah satu kota tetangga yang cukup jauh kalau naik motor 😀 perlu waktu 2 jam perjalanan agar sampai disana. Dalam tulisan ini akan menceritakan tentang Workshop Gnome Asia 2019 yang diikuti oleh saya dan teman-teman dari Boxer.

Rencana

Tahun 2019 ini, Indonesia punya dua acara Open Source tingkat Asia yang keren. Tidak keren bagaimana? Dalam sebulan bisa menjadi tuan rumah berturut-turut, pertama OpenSuse Asia Summit yang diadakan di Bali dan yang kedua Gnome Asia Summit di Gresik. Rencana awalnya saya mau mengikuti kedua acara tersebut, tapi apa daya stabilitas isi dompet tidak memungkinkan untuk berangkat semua :D. Jadi diputuskan untuk ikut Gnome Asia saja, meski ada cara lain untuk mengikuti keduanya tapi apa daya kemampuan teknis dan berbicara belum ada wkwkwkw. Rencana untuk berangkat sudah disiapkan sebulan atau 2 minggu yak, saya lupa :D. Mulai dari siapa saja yang berangkat, naik apa, menginap dimana, pakai dress code apa, ikut berapa hari dan sampai bawa uang saku berapa :D. Dari pertanyaan tersebut, terciptalah sebuah rencana untuk berangkat 5 orang pada hari Jum’at pagi dengan naik motor dan berangkat dari Bojonegoro jam 6 pagi tapi saya terlambat 5 menit sepertinya wkwkwkw karena ada perbaikan jalan dari rumah ke titik kumpul bertemu.

Lokasi

Setelah 2 jam perjalanan lebih karena terkena macet dalam perjalanan yang disebabkan oleh perbaikan jalan sepanjang jalan kenangan eh jalan Lamongan Gresik :D, kita sampai di Unversitas Muhammadiyah Gresik tapi kita tidak tahu masuk lewat mana karena belum ada atau tidak melihat petunjuk arah yang dipasang panitia jadi hanya duduk manis diatas jok depan kampus sambil berdo’a dan do’anya terkabul :D. Ada panitia yang baru berangkat dan kita diajak untuk masuk ke area parkiran yang cukup lah :D. Kita sampai kesana ternyata masih sepi, padahal sudah mendekati waktunya workshop atau lokakarya. Saya lihat daftar hadir, baru satu orang yang mengisi bukan maksud no pict no hoax tetapi tidak sempat ambil foto :D. Setelah mengisi daftar hadir, kami sedikit mengobrol dengan panitia. Dan ada satu pertanyaan yang membuat acara ini indah wkwkwkw, yaitu sudah dapat penginapan belum? dan dijawab dengan mata berkaca-kaca kalau belum dapat wkwkwk…bukan selebay itu yak kejadian sebenarnya, jadi waktu ada pertanyaan ikut berapa hari, berapa orang, pulang pergi atau menginap dijawab dengan sedikit candaan kok :D.

Lokakarya

Setelah mengobrol sedikit, waktu lokakarya pun sudah tiba dan ternyata yang datang cuma 6 orang dari 30 peserta yang daftar :(. Satu orang dari Surabaya, sepertinya dari UKM kampus dan sisanya dari Boxer semua jadi serasa kelas private untuk Boxer lokakaryanya wkwkwkw. Jam pertama lokakarya tentang Gitlab Dasar yang diisi oleh anggota GresikDev sebagai panitia penyelenggara, dalam jam pertama ini menjelaskan beberapa perintah git untuk memulai proyek seperti git init, git clone, git push dan lain-lain. Untuk jam kedua, menurut saya seru karena membahas tentang WebRTC yang dibawakan oleh mas Fitra Aditya, ini nama sepertinya tidak asing bagi saya pernah baca dan sering muncul grup telegram yang mana saya lupa :D. Pada sesi ini dijelaskan tentang teknologi WebRTC atau sederhananya tentang video call, dari penjelasan awal ini sudah ada pertanyaan tentang perbedaan yang mas Aditya ini pakai yaitu Janus di beberapa client beliau dan Jitzi yang ada di Pemkab Bojonegoro. Setelah itu bagaimana WebRTC bekerja, melakukan sedikit koding dengan Javascript dan Gstreamer dan mencoba melakukan video call dengan barusan dibuat. WebRTC ini sebenarnya banyak yang butuh tapi supplay dan demand yang tidak seimbang, sehingga terjadilah sebuah inflasi programmer untuk WebRTC itu yang saya tangkap dari kelas kedua ini. Kelas terakhir setelah ishoma, kelas terakhir ada 2, tentang penerjemahan dan New Comer Gnome. Saya dan teman-teman ambil yang New Comer, dan ternyata isinya cuma kita saja wkwkwkwk, tapi pada pertengahan atau mendekati akhir ada 2 orang dari Semarang kalau tidak salah datang, anak dan bapaknya. Pada kelas terkahir ini yang menjadi pemateri dari India dan Sri Lanka kalau tidak salah. Pada kelas ini menjelaskan bagaimana seorang pendatang baru untuk berkontribusi pada proyek OpenSource terutama Gnome. Kita disuruh memasang Gnome Builder dan memilih aplikasi Gnome mana yang diminati dan akan berkontribusi, tapi pada saat memasang Gnome Builder ada sedikit insiden pada laptop saya jadinya cuma mendengar dan melihat apa yang dipresentasikan. Ini dipresentasikan oleh Gaurav Agrawal dari India.

Seru sih sebenarnya dan ingin berkontribusi tapi dalam bentuk apa? saya sendiri untuk masalah programming lemah, terjemahan masih acak adul dan inilah permasalahan bagi pemula pada umumnya. Takut memulai dan tak pernah dimulai, bagaimana tahu akhirnya tanpa ada permulaan. Setelah membahas tentang Gnome Builder, membicarakan tentang Google Summer of Code (GSoC) yang diadakan oleh Google tiap tahun dan pembicaranya sudah beda lagi yaotu Sajeer Ahamed dari Sri Lanka. Pada GSoC perusahaan atau organisasi OpenSource membuka peluang bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dan akan dimentorin langsung oleh perusahaan yang nantinya akan dapat uang saku sebesar $7000 dari Google kalau lolos proposal pengajuan. Saya lihat, kebanyakan pemenang adalah orang luar dari Indonesia belum ada atau mungkin ada tapi sedikit sekali saya kurang tahu detailnya:D. Pembicara pada kelas ini adalah pemenang GSoC tahun ini dari Gnome, beliau memporting Gstreamer ke Rust, nah sampai sini saya tidak paham beliau bilang apa wkwkwkw pakai logat Sri Lanka kurang jelas. Tapi intinya, GSoC adalah sebuah acara keren untuk ajang para mahasiswa berkarya dalam OpenSource selain itu akan dapat mentor langsung dari pengembang dan tentunya bisa dapat uang saku. Dan untuk dari Gnome bisa jalan-jalan gratis untuk mengikuti acara-acara yang diadakan oleh Gnome seperti Gnome Asia Summit ini.

Penutup

Semua kelas telah usai, dan masih dapat pertanyaan yang sama. Pulang atau menginap? kalau menginap sudah dapat dapat penginapan apa belum? Karena menjawab belum, akhirnya sama panitia dikasih saran untuk menginap di kampus saja. Setelah menyarankanhal tersebut, ketemulah sama mas Zammy penunggu lab Algoritma wkwkwk, kita akan bermalam di lab Algoritma selama 2 hari. Untuk keseruan cerita 2 hari mungkin ada yang mau membuat postingannya, entah hari pertama saja atau hari kedua saja. Tapi boleh kok untuk 2 haru berturut-turut. Terima kasih sudah membaca, maaf kalau ada typo dan kata-kata ambigunya :D.

Sumber Gambar:

https://gnome.id/pendaftaran-gnome-asia-summit-2019-dibuka.html

https://jatim.idntimes.com/life/education/ardiansyah-fajar/prodi-baru-hingga-gedung-45-lantai-cara-unmuh-gresik-tembus-dua-besar

Share This Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *